SEKILAS INFO
: - Jumat, 22-10-2021
  • 1 tahun yang lalu / PENGUMUMAN kelulusan, akan disampaikan pada Sabtu, tanggal. 2 Mei 2020, pukul. 21.00 WIB, melalui  web sekolah di Menu Agenda Sekolah di sidebar sebelah kiri 
PERANAN LITERASI PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA  DI SMA NEGERI 1 SIDOMULYO

 

Oleh   Hanafi

 Latar Belakang

Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa persatuan perlu dibina dan dimasyarakatkan oleh setiap warga negara Indonesia. Salah satu langkah pembinaan ini adalah melalui pembelajaran di sekolah. Guru bahasa Indonesia sangat berperan penting dalam menjaga dan melestarikan bahasa Indonesia. Guru bahasa Indonesia harus kompeten di bidangnya, memiliki kompetensi baik pedagogi, kepribadian, sosial, maupun professional.

Berdasarkan Permendiknas no 16 tahun 2007 disebutkan kompetensi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK adalah sebagai berikut.

  1. Memahami konsep, teori, dan materi berbagai aliran linguistik yang terkait dengan pengembangan materi pembelajaran bahasa.
  2. Memahami hakekat bahasa dan pemerolehan bahasa.
  3. Memahami kedudukan, fungsi, dan ragam bahasa Indonesia.
  4. Menguasai kaidah bahasa Indonesia sebagai rujukan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  5. Mengapresiasi karya sastra secara reseptif dan produktif.

Membaca-menulis (literasi) merupakan salah satu aktivitas penting dalam hidup. Sebagian besar proses pendidikan bergantung pada kemampuan dan kesadaran literasi. Budaya literasi yang tertanam dalam diri peserta didik mempengaruhi tingkat keberhasilan baik di sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Membaca merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh sesuatu dari bahan yang dibaca. Bagi masyarakat muslim, pentingnya literasi ditekankan dalam wahyu pertama Allah kepada Nabi Muhammad SAW, yakni perintah membaca (IQRA’) yang dilanjutkan dengan ‘mendidik melalui literasi’ (‘ALLAMA BIL QALAM).

 

Sedangkan menulis dapat membuat pikiran kita lebih tertata tentang topik yang kita tulis, membuat kita bisa merumuskan keadaan diri, mengikat dan mengonstruksi gagasan, mengefektifkan atau membuat kita memiliki sugesti (keyakinan/ pengaruh) positif, membuat kita semakin pandai memahami sesuatu (menajamkan pemahaman), meningkatkan daya ingat, membuat kita lebih mengenali diri kita sendiri, mengalirkan diri, membuang kotoran diri, merekam momen mengesankan yang kita alami, meninggalkan jejak pikiran yang sangat jelas, memfasihkan komunikasi, memperbanyak kosa-kata, membantu bekerjanya imajinasi, dan menyebarkan pengetahuan.

 

UNESCO (1996) mencanangkan empat prinsip belajar abad 21, yakni:

(1)  Learning to think (belajar berpikir)

(2)  Learning to do (belajar berbuat)

(3)  Learning to be (belajar menjadi sesuatu)

(4)  Learning to live together (belajar hidup bersama)

Keempat pilar prinsip pembelajaran ini sepenuhnya didasarkan pada kemampuan literasi (Literary skills). Dalam kenyataan sehari-hari sebagian besar siswa SMA Negeri 1 Sidomulyo belum mempunyai kesadaran pentingnya membaca untuk pengetahuan dan kemajuan dirinya.

 

  1. Problematika Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kaitannya Dengan Kompetensi Guru

Permasalahan pembelajaran bahasa Indonesia terkait kompetensi guru hingga kini belum dapat teratasi maksimal. Berikut diuraikan problematika pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia terkait dengan kompetensi guru.

  1. Guru hanya kompeten pada salah satu bidang pengajaran.

Guru Bahasa dan Sastra Indonesia sudah seharusnya memiliki kompetensi di kedua bidang baik bahasa maupun sastra. Namun yang terjadi, banyak diantara para guru yang kesulitasn, hingga memilih salah satu saja misalnya pengajaran bahasa atau sebaliknya.

  1. Kualifikasi Guru

Permendiknas no 16 Tahun 2007 Kualifikasi guru yang menjabat sebagai tenaga pendidik untuk jenjang SMA adalah sarjana. Di Indonesia banyak guru yang mengampu mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia tidak memenuhi syarat dalam hal kualifikasi. Misalnya, guru hanya lulusan Diploma.

  1. Guru tidak Kreatif,

Banyak guru Bahasa Indonesia yang tidak menarik motivasi dan minat siswa saat mengajar.

  1. Sikap Guru dalam Berbahasa

Banyak guru Bahasa Indonesia dengan kompetensi keilmuan yang cukup, namun memiliki kekurangan dalam hal performansi bahasa.

  1. Guru tertutup

Guru yang tertutup terhadap perkembangan jaman tentu akan tertinggal, mengalami kesulitan, tertekan karena tak bisa beradaptasi.

 

  1. Solusi

Melihat persoalan bangsa yang sedemikian krusial dalam hal kesadaran literasi, dibutuhkan kerjasama banyak pihak dengan SMA Negeri 1 Sidomulyo Lampung Selatan untuk mengatasinya. Paling penting adalah adanya tindakan nyata yang bukan sekedar wacana semata.

 

Pendekatan yang dianggap paling efektif adalah penyadaran literasi sejak dini dengan melibatkan siswa di kelas-kelas dengan membuat perpustakaan pojok ruang kelas. Di perpustakaan kelas inilah nantinya siswa dihimbau membuat jurnal harian tentang buku yang dibaca.

 

Atas dasar pemikiran inilah SMA Negeri 1 Sidomulyo Lampung Selatan menawarkan aksi nyata perbaikan budaya literasi melalui sebuah program yang disebut GERAKAN LITERASI SEKOLAH.

  1. Peranan Literasi pada Pembelajaran Bahasa Indonesia

Gerakan Literasi Sekolah mengajak semua pihak untuk terlibat dalam usaha penyadaran budaya literasi, yakni:

  1. Sekolah, sebagai lembaga yang menjadi tempat pelaksanaan gerakan
  2. Guru, sebagai tenaga pendidik dan teladan bagi siswa
  3. Siswa, sebagai sasaran utama gerakan
  4. Pemerintah Daerah (Dinas Pendidikan), sebagai pembuat kebijakan
  5. Komite penyelenggara pendidikan, sebagai pembuat kebijakan
  6. Pengelola Perpustakaan, sebagai pusat kegiatan baca-tulis
  7. Perusahaan, sebagai penyumbang buku
  8. Media Massa, sebagai saluran informasi masyarakat

 

Adapun bentuk kegiatan yang akan dilakukan dalam Gerakan Literasi Sekolah ini dalam kaitannya dengan pembelajaran bahasa Indonesia adalah

  1. Membaca Buku

Membaca buku  15 menit sebelum jam pelajaran dimulai selama. Setiap siswa diwajibkan membaca buku dan membuat jurnal literasi siswa.

 

Format Jurnal Literasi untuk siswa

No. Hari/Tanggal Judul Buku yang Dibaca Pengarang Intisari yang dibaca Parap Guru
1.
2.
3.
4.
dst.

 

Dengan kegiatan membaca buku ini menunjukkan bahwa literasi sangat mendukung kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia.

  1. Membuat Sinopsis / Resume

Siswa membaca buku cerita kemudian membuat sinopsis, atau membaca buku ilmiah kemudian membuat resumenya.

Format Sinopsis/ Resume Buku yang dibaca

Judul Buku                 :  …………………………………………….

Pengarang                   :  …………………………………………….

Penerbit                      :  …………………………………………….

Sinopsis/Resume         :

……………………………………………………….

  1. SIMPULAN DAN SARAN

 

Berdasarkan penjelasan di atas, ada beberapa hal penting yang dapat penulis simpulkan, yaitu:

  1. Pembelajaran Bahasa  Indonesia  tidak  hanya  berorientasi  pada  ketercapaian materi, tetapi juga membelajarkan siswa untuk dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dalam setiap pencapaian kompetensi dasar.
  2. Gerakan literasi sekolah yang digalakkan dapat membantu siswa dalam pencapaian kompetensi dasar
  3. Keberhasilan dalam pembelajaran bahasa Indonesia khusunya materi tentang paragraf sangat dipengaruhi oleh minat baca siswa.
  4. Pembelajaran Bahasa Indonesia sebenarnya bukan hanya tanggung jawab guru Bahasa Indonesia,  tetapi  juga  tanggung  jawab  guru  mata  pelajaran  lain  dan seluruh lapisan masyaraka

 

Setelah  memaparkan  simpulan,  penulis  menyampaikan  saran-saran  sebagai berikut:

  1. Pemerintah melalui sekolah-sekolah perlu menggalakkan gerakan literasi sekolah yang perwujudannya melalui pembuatan perpustakaan pojok ruang kelas dan majalah dinding kelas.
  2. Fenomena perkembangan bahasa memang tidak bisa kita hindari. Oleh karena itu, guru perlu memberikan rambu-rambu agar siswa dapat menempatkan bahasa tersebut sesuai dengan konteksnya.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Hasan Alwi,dkk. 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata

Pelajaran Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Tim Revisi Kamus Umum Bahasa Indonesia. 2011. Kamus Umum Bahasa Indonesia

Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.

http://dayanmaulana.blogspot.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BIODATA PENULIS

 

Nama                                  :   HANAFI,S.Pd.

NIP                                     :   19660514 198803 1 005

Tempat, Tanggal Lahir        :   Temanggung, 14 Mei 1966

Tempat Tugas                     :   SMA Negeri 1 Sidomulyo, Lampung Selatan

No. Anggota PGRI            :   08040600161

NIK                                    :   1801171405660002

No. HP/WA                        :   081369047446

NUPTK                              :   2846744645200002

NPWP                                 :   77.037.659.8.325.000

NRG                                   :   074628058009

E-mail                                 :   hanafi_sdm@ymail.com

Alamat Rumah                    :   Jalan Majapahit RT 03 RW 03 Desa Titiwangi

Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung

Selatan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Pengumuman

Infromasi Terbaru Tentang PPDB SMAN 1 Sidomulyo Tahun Ajaran 2020/2021

MPLS SMAN 1 Sidomulyo 2019